Muka Air Optimum Pada System Of Rice Intensification (SRI)

Nur Aini Iswati Hasanah, Budi Indra Setiawan, Chusnul Arif, Slamet Widodo
*

Sari


Pengendalian muka air merupakan cara mengelola air di sawah SRI. Petani cenderung mengaplikasikan muka air yang berbeda tergantung pada praktek pengelolaan air setempat. Hal ini dapat berimplikasi pada pertumbuhan tanaman yang dapat terlihat dari jumlah anakan. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan pada pembentukan anakan padi SRI di berbagai perlakuan muka air. Muka air dikendalikan menggunakan tabung mariot dengan set-point -12, -7, -5, -3, 0, dan +2 cm dari permukaan tanah. Hasil penelitian menunjukkan nilai kelembaban tanah (Ɵ) berfluktuasi karena adanya penerapan irigasi berselang dan perbedaan muka air. Hal tersebut mempengaruhi jumlah anakan yang terbentuk dimana laju pembentukannya bervariasi antara 0,21-0,29 anakan/hari. Anakan pertama muncul pada 18 hari setelah tanam (HST). Jumlah anakan terus meningkat hingga mencapai nilai maksimal pada 63-72 HST. Studi empirik ini menunjukkan bahwa pengendalian muka air pada -5 cm dari permukaan tanah di budidaya padi SRI merupakan pengelolaan air terbaik dalam produksi anakan dengan produktivitas lahan dan air tertinggi daripada penerapan muka air lainnya. Konsistensi produksi anakan dari awal pembentukan anakan hingga akhir dari musim tanam terlihat pada perlakuan ini.


Kata Kunci


anakan; muka air; padi; pertumbuhan tanaman; SRI; tabung mariot

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdullahi, A.S., M.A.M. Soom, D. Ahmad, A. Rashid, M. Shariff. 2013. Characterization of rice evapotranspiration using micro paddy lysimeter and class “A” pan in tropical environments. Aust. J. Crop Sci. 7: 650–58.

Allen, R.G., L.S. Pereira, D. Raes, M. Smith. 2006. Crop Evapotranspiration (Guidelines for Computing Crop Water Requirements). Rome (IT): FAO.

Arif, C., B.I. Setiawan, M. Mizoguchi. 2014. Penentuan kelembaban tanah optimum untuk budidaya padi sawah SRI. Irigasi 9: 29–40.

Hasanah, N.A.I., B.I. Setiawan, C. Arif, S. Widodo. 2015. Evaluasi koefisien tanaman padi pada berbagai perlakuan muka air. Irigasi 10(2): 57–68.

Kasli and A.R.A. Effendi. 2012. Effect of various high puddles on the growth of Aerenchyma and the growth of rice plants (Oryza sativa L) in pot. Pakistan J. Nutr. 11: 461-66.

Mahulette, A.S. 2013. Pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) pada berbagai interval waktu pemberian air dan takaran pupuk organik Budid. Pertan. 9: 39–42.

Makarim, A.K. and E. Suhartatik. 2009. Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Sukabumi (ID): Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Nay-Htoon, B., N. Tung Phong, S. Schlüter, A. Janaiah. 2013. A water productive and economically profitable paddy rice production method to adapt water scarcity in the Vu Gia-Thu Bon River Basin, Vietnam. J. Nat. Resour. Dev. 3: 58–65.

Pratiwi, E. Santoso, M. Turjaman. 2010. Karakteristik habitat pohon penghasil gaharu di beberapa hutan tanaman di Jawa Barat. Info Hutan 7, 129–39.

Pratomo, K.R., Suwardi, Darmawan. 2009. Pengaruh pupuk slow release urea-zeolit-asam humat (UZA) terhadap produktivitas tanaman padi. Zeolit Indones. 8: 83–88.

Puslitbangtanak, 2004. Tanah Sawah dan Teknologi Pengelolaannya. Bogor (ID): Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.

Ridwansyah, B., T.R. Basoeki, P.B. Timotiwu, Agustiansyah. 2010. Pengaruh dosis pupuk nitrogen, fosfor, dan kalium terhadap produksi benih padi varietas mayang pada tiga lokasi di Lampung Utara. Agrotropika 15: 68–72.

Salamiah and R. Wahdah. 2015. Pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dalam pengendalian penyakit tungro pada padi lokal Kalimantan Selatan, in: Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon. Jakarta (ID), pp. 1448–56.

Sato, S. and N. Uphoff. 2007. A review of on-farm evaluations of system of rice intensification methods in Eastern Indonesia. CAB Rev. Perspect. Agric. Vet. Sci. Nutr. Nat. Resour. 2: 1–11.

Setiawan, B.I., A. Imansyah, C. Arif, T. Watanabe, M. Mizoguchi, H. Kato. 2013. Effects of groundwater level on CH4 and N2O emissions under SRI paddy management in Indonesia. Taiwan Water Conserv. 61: 135–46.

Sirait, S., S.K. Saptomo, M.Y.J. Purwanto. 2015. Rancang bangun sistem otomatisasi pipa lahan sawah berbasis tenaga surya. Irigasi 10: 21–32.

Sofiyuddin, H.A., L.M. Martief, B.I. Setiawan, C. Arif. 2010. Evaluation of Crop Coefficients From Water Consumption in Paddy Fields, in: 6th Asian Regional Conference. Yogyakarta (ID), p. 8.

Sujinah and A. Jamil. 2016. Mekanisme respon tanaman padi terhadap cekaman kekeringan dan varietas toleran. Iptek dan Tanam. Pangan 11: 1–7.

Sumardi. 2010. Produktivitas padi sawah pada kepadatan populasi berbeda. J. Ilmu-Ilmu Pertan. Indones. 12: 49–54.

Susila, E.K.A., N. Elita, Yefriwati. 2016. Uji isolat FMA indigenous terhadap pertumbuhan dan infeksi akar tanaman padi metode SRI, in: Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon. pp. 71–5.

Sutoro, T. Suhartini, M. Setyowati, K.R. Trijatmiko. 2015. Keragaman malai anakan dan hubungannya dengan hasil padi sawah (Oryza sativa). Bul. Plasma Nutfah 21: 9–17


Statistik Tampilan

Sari : 533 kali
PDF : 264 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v12.i1.55-64

Hak Cipta (c) 2017 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.